Selamat Membaca! ^_^
Guest Book

"Anak yang Memimpikan Ibunya yang Telah Meninggal"- Arti Mimpi Ibu yang Telah Meninggal


Ada sebuah kisah begini, saat sedang mengaji ada seorang teman saya yang bercerita bahwa kakak perempuannya memimpikan ibunya yang telah meninggal. Dalam mimpi tersebut ibunya meminta kakak perempuannya ini melakukan sesuatu, seperti halnya wasiat. Dalam adat jawa katanya anak perempuan dari ibu yang telah meninggal sering didatangi ibunya dalam mimpi. Lantas teman saya tadi bertanya kepada guru ngaji saya. “Apakah kita harus mengikuti apa yang ibu kita (yang telah meninggal) perintahkan dalam mimpi?”


Guru mengaji kami pun menjawab bahwa sesungguhnya orang yang telah meninggal sudah lepas dari kehidupan di dunia. Mereka tidak akan masuk ke dalam mimpi kita dan meminta kita melakukan sesuatu. Lalu siapa yang ada dalam mimpi tadi kalau bukan ibunya? Di dunia, kita memiliki jin yang menempel pada diri kita. Dan ketika kita mati jin itu akan lepas dari diri kita. Pernah anda tahu ada orang yang bisa melihat arwah orang yang sudah meninggal, mereka bilan melihat hantu. Sesungguhnya itu adalah jin yang ada pada diri orang itu selama ia hidup. Jadi yang ada pada mimpi tadi adalah jin yang menempel pada diri sang ibu, bukan ibunya.

Lalu apakah kita harus menuruti apa yang ia perintahkan. Kata guru ngaji kami, Tidak. Kita hendaknya mengikuti apa yang diwasiatkan ibu kita ketika sebelum meninggal. Sedangkan setelah meninggal ibu kita telah lepas dari dunia. Sebagai umat muslim hendaknya kita mendoakan orang tua kita yang masih hidup maupun yang telah meninggal setiap saat. Karena salah satu amalan yang tidak terputus dari orang yang meninggal adalah doa anak yang shaleh.

Itulah yang saya dapat dari pengalaman tadi. Semoga bermanfaat dan dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Wassalamu’alaykum W. W.


10 comments:

  1. benar tuh, sebagai anak shaleh kita harus mendoa'kan ibu kita yang telah wafat tersebut, supaya bisa diterima disisi allah...

    ReplyDelete
  2. mantap gan,, saya sepertinya tau nama jin ini deh, tapi lupa..

    apa yaa? :/

    ReplyDelete
  3. Saat saya dalam keadaan sedih dan bermunajat kepada Allah kadangkala Almarhumah Ibu saya hadir dalam mimpi seperti untuk hadir menguatkan. bagaimanakh perkara ini ?

    ReplyDelete
  4. Jin / setan hidup dalam waktu yang lama, ia nampak manusia kehidupan sehari-harinya, ia tahu kelemahan dan kekuatan manusia. apakah trik hadir saat kita mendekat denganNya adalah salah satu kemampuan setna / jin.

    ReplyDelete
  5. salah. lo dari buku yang gue baca orang yg sudah meninggal bisa diketemukan ruh nya dengan ruh kita, penjelasanya bgini, jadi ketika kita tertidur ruh kita diambil oleh makhluk allah kemudian dpertemukan sama ruh yg sudah meninggal, setelah itu dikembalikan lagi, tp kalo sudah meninggal ruhnya akan dkembalikan d alam kubur

    ReplyDelete
  6. ace: buku tak selalu memberikan info yang benar

    ReplyDelete
  7. lakukan apa yang kamu percayai selama itu tidak melanggar agama.
    adakalanya kita memimpikan nabi dan itu benar adanya seperti nabi menerima wahyu malalui mimpi.

    ReplyDelete
  8. terkadang mimpi adalah ramalan yang akan terjadi pada diri seseorang. dan itu hanya berlaku pada orang itu sendiri dan tidak berlaku untuk orang lain

    ReplyDelete
  9. Terus bagaimana dengan tafsir ini gan??

    Para ulama menegaskan bahwa hal ini bisa terjadi. Ruh orang yang telah meninggal bisa berjumpa dengan ruh orang yang masih hidup dalam mimpi.

    Berikut beberapa keterangan mereka,

    1. Tafsir firman Allah di surat Az-Zumar ayat 42.

    Allah berfirman,

    اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
    “Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) ruh (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka Dia tahanlah ruh (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan ruh yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.” (QS. Az-Zumar : 42)

    Ada dua pendapat ahli tafsir tentang ayat ini. Salah satunya, bahwa ruh orang yang ditahan adalah ruh orang yang sudah meninggal, sehingga dia tidak bisa kembali ke jasadnya di dunia. Sedangkan ruh orang yang dilepas adalah ruh orang yang tidur. (Ar-Ruh, Ibnul Qoyim, hlm. 31).

    Diriwayatkan dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau menjelaskan tafsir ayat tersebut,

    إِنَّ أَرْوَاحَ الْأَحْيَاءِ وَالْأَمْوَاتِ تَلْتَقِي فِي الْمَنَامِ فَتَتَعَارَفُ مَا شَاءَ اللَّهُ مِنْهَا، فَإِذَا أَرَادَ جَمِيعُهَا الرُّجُوعَ إِلَى الْأَجْسَادِ أَمْسَكَ اللَّهُ أَرْوَاحَ الْأَمْوَاتِ عِنْدَهُ، وَأَرْسَلَ أَرْوَاحَ الْأَحْيَاءِ إِلَى أَجْسَادِهَا

    cek di sini sumbernya: http://www.konsultasisyariah.com/orang-meninggal-datang-menemui-keluarganya/

    ReplyDelete

Silahkan gunakan AKUN GOOGLE (Google+) untuk berkomentar. :D

©(2014) Faiz Furqon